Ditengok dari News.com, Jumat (12/7/2013), tempat ini bernama Hotel Maya dan berada di jalan menuju Pegunung Maya, di utara Kota Kobe, Jepang. Tempat ini menjadi seru untuk dikunjungi karena dilarang oleh polisi. Di Jepang, kegiatan menjelajahi bangunan yang tak terurus disebut Haikyo.
"Kota Kobe memiliki banyak pegunungan dan jalur pendakian. Sehingga Hotel Maya atau setidaknya Pegunungan Maya dikenal di antara pendaki," ujar Laudano.
Penjelajahan perkotaan adalah tentang menemukan kembali ditinggalkan, tempat-tempat yang dilupakan, memanjat dan merangkak melewati bangunan, terowongan, halaman, dan mencatat perjalanan. Bagi beberapa traveler, menjelajahi puing-puing bangunan bisa menemukan kisah baru.
Setelah mendaki tanpa henti selama 30 menit, Laudano menggambarkan bahwa beberapa tempat berkontur curam dan licin. Mereka memiliki waktu 2 jam untuk menjelajahi Hotel Maya.
Pada 1974, bangunan Hotel Maya kembali digunakan sebagai pusat studi mahasiswa. Namun akhirnya bangunan ini ditutup untuk selamanya pada tahun 1995.
Apa yang Laudano dan teman-temannya temukan adalah contoh utama dari kerusakan yang seram tapi mempesona. Bangunan yang seperti kembali ke alam, ruang yang berantakan seperti habis digeledah. Di Hotel ini juga terdapat mural seukuran dinding yang menghabiskan waktu berhari-hari untuk menyelesaikannya.
"Rasanya seperti melangkah ke mesin waktu Jepang." ujar Laudano.
Laudano dan ketiga temannya berlari berkeliling, mengambil foto-foto, dan menyelinap keluar sebelum kereta gantung pertama naik ke atas Pegunungan Maya pada pukul 08.30 waktu setempat.
Kereta gantung itu akan melewati hotel tempat mereka telah menelpon polisi sebelumnya. Kelompok ini kembali turun dari gunung pukul 10.00 waktu setempat.
sumber | iniunic.blogspot.com | http://travel.detik.com/read/2013/07/12/164447/2301207/1383/kisah-hotel-seram-dengan-sejarah-kelam-di-jepang?991104topnews
RSS Feed
Twitter